Menulis Dengan Percaya Diri - BAB 8



Menulis merupakan aktivitas yang selalu dilakukan oleh setiap seorang, bahkan dalam buku ini dikatakan bahwa semua orang merupakan penulis. Namun, dalam kondisi dewasa saat ini kegiatan dalam menulis dan  mencurah pikiran terhalang karena lupa bagaiman cara bercerita sehingga diperlukan alat untuk dapat mencurahkan gagasan pikiran tersebut. Dalam buku ada du acara agar gagasan pikiran kita dapat tertuang dalam sebuh tulisan yaitu dengan cara pengelompkan, menulis cepat, dan menunjukan bukan memberitahukan.

Pengelompkan (Clustering) merupakan salah satu cara menulis yang dikembangkan oleh Gabriele Rico yang merupakan suatu cara memilah pemikiran – pemikiran yang saling berkaitan dan menuangkannya di atas kertas secepatnya, tanpa mempertimbangkan kebenaran atau nilalinya. Teknik ini akan merangsang gagasan – gagasan dalam suatu proyek penulisan, teknik ini juga membuat kita dalam menulis menajdi bekerja secara alamiah dengan gagasan-gagasan tanpa menyuntingnya sama sekali.

Jika kita menyunting gagasan, kemungkinan kita akan menyingkirkan curah-gagasan yang sebenarnya. Padahal, semua gagasan adalah gagasan besar. Kita dapat menggunakan penglompakan ini untuk segala jenis tulisan, mulai dari laporan, esai, isi dan proposal bahkan puisi dan cerpen. Langkah – Langkah pengelompokan yaitu, pertama, melihat dan membuat kaitan antara gagasan. Kedua, mengembangkan gagasan – gagasan yang telah dikemukakakn. Ketiga, menulusuri jalan pikiran yang ditempuh otak agar mencapai suatu konsep. Keempat, bekerja secara alamiah dengan gagasan tanpa penyuntingan atau pertimbangan,. Kelima, hal – hal khusus mengingatnya kembali dengan mudah. Keenam, mengalami desakan kuat untuk menulis.

Untuk memperlancar penuangan gagasan dalam menulis kita bisa melakukannya juga dengan Menulis Cepat (Fastwriting). Menulis cepat dapat membantu kita ketika mengatasi masalah lembaran kosong. Untuk menulis cepat kita bisa melakukannya dengan cara; pertama, pilihlah suatu topik, kedua, gunakan timer untuk jangka waktu tertentu, ketiga, mulai lah menulis secara kontinu, keempat, saat timer berjalan hindari pengumpulan gagasan, pengaturan kalimat, pemeriksaan tata bahsa, dan pengulangan kembali, kelima, teruskan hingga waktu habis dan itulah saatnya berhenti. 

Dengan menulis cepat menjadikan kita terbebas dari tekanan dan berpikir dalam menulis. Selanjutnya dalam menulis pun kita bisa menggunakan teknik menunjukan bukan memberitahukan. Teknik ini akan menciptakan paragraph yang menunjukkan dan kalimat yang akan meberitahukan. Setiap penulis ketika menggunakan teknik akan menulis dengan deskripsi uniknya sendiri dengan masing-masing kalimat atau ciri khas masing-masing. Teknik penulisan ini dapat dilakukan untuk penulisan karakterissi, pengaturan suasana, puisi, cerita dan lain – lain.

Untuk menulis secara lengkap diperlukan tahap – tahap untuk mencapainya yaitu dengan cara persiapan, draf-kasar, berbagi, memperbaiki, penyuntingan, penulisan kembali, dan terakhir evaluasi. Selain itu, untuk memperlancar penulisan kita bisa dengan cara mulailah secepatnya, putarlah music, cari waktu yang tepat, berolahraga, bacalah apa saja, mengelompokkan-kelompokkan pekerjaan, dan gunakan warna-warna. Dan ketika kita mengalami hambatan kita bisa mencegahnya dengan cara hematlah kertas, tempat diri pada sisi yang lain, menyingkirlah dari tulisan kita, langgarlah aktivitas rutin kita, dan ubalah lingkungan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadikan Quantum Learning Melejit - BAB 12