Menemukan Gaya Belajar - BAB 6
Mengetahui gaya belajara
adalah salah satu cara yang agar belajar kita tidak sia-sia. Gaya belajar
merupakan kunci dari mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, disekolah dan dalam
situasi – situasi antar pribadi. Cara belajar merupakan kombinasi bagaimana
kita menyerap, lalu mengatur, dan mengolah informasi. Ada dua kategori utama
tentang bagaimana kita belajar, pertama, bagaimana kita menyerap informasi
(Modalitas), kedua, bagaimana kita mengatur dan mengolah informasi tersebut
(Dominasi Otak).
Gaya belajar kita terdiri
dari tiga modalitas yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Orang yang gaya
belajarnya visual merupakan orang yang mudah mengikuti pembelajaran dengan cara
melihat secara langsung seperti membaca buku atau materi yang dituliskan dalam
papan tulis. Orang yang auditorial adalah orang yang gaya belajarnya dengan
cara mendengarkan materinya dan terkedang kehilangan kosentrasi ketika mencoba
untuk mencatat. Sedangakan orang yang gaya belajarnya kinestetik merupakan
orang yang mudah menyerap informasi dengan cara bergerak, bekerja, dan
menyentuh. Untuk mengetahui gaya belajar kita bisa mengetahuinya dengan cara
mengetahui karakteristik kita, kata-kata khas dan kecepatan bicara, dan isyrat
verbal yang sering diucapkan.
Untuk lebih efektif juga
dalam belajar kita harus mengetahui bagaimana kita mengolah informasi. Pemikir
dalam mengolah informasi dibagi menjadi empat. Pertama, pemikir sekuensial
konkret (SK) merupakan pemikir yang memperhatikan dan mengingat detail dengan
lebih mudah, mengatur tugas dalam proses tahap demi tahap, dan berusaha
mencapai kesempurnaan. Kedua, pemikir acak konkret (AK) merupakan pemikir yang
berpegang pada realitas dan mempunyai sikap ingin mencoba serta mempunyai sikap
ekperimental yang diiringi dengan perilaku yang kurang terstruktur. Ketiga,
pemikir acak abstrak (AA) merupakan pemikir yang mengatur informasi melalui
refleksi dan berkiprah di dalam lingkungan tidak teratur yang berorientasi pada
orang. Keempat, pemikir sekuensial abstrak (SA) merupakan pemikir yang berpikir
dalam konsep menganilisi informasi, biasna mereka adalah ilmuan peniliti.
Dalam meranacankan
liburan pun bisa berbeda antara pemikir sekuensial konkret dan acak abstrak
karena cara berpikir mereka yang berbeda. Agar tidak terpaku dalam cara
berpikir yang itu-itu saja kita harus menyeimbangkan pikiran kita sesekali
dengan memaksa diri kita untuk menggunakan cara berpikir dan menyerap informasi
yang kurang sesuai bagi kita. Jika kita adalah pemikir dominan otak kanan (AA
atau AK) kita bisa melakukan Latihan berikut seperti, aturlah foto – foto ke
dalam album, aturlah pengeluaran pribadi, dan bergabung dengan klub investasi.
Sedangkan jika kita adalah pemikir dominan otak kiri (SA atau SK) kita bisa
berlatih dengan cara temukan resep masakan dan siapkanlah, menciptakan logo
pribadi sendiri. Dan bermain dengan tanah liat serta temukan hakikatnya.

Komentar
Posting Komentar